JAKARTA, KOMPAS.com – Ban kendaraan niaga, pasti familiar dengan yang namanya vulkanisir. Vulkanisir merupakan proses pelapisan ulang tapak ban yang sudah botak dengan lapisan yang baru. Hal ini tentunya bisa menghemat biaya operasional karena tidak perlu mengganti ban yang baru.
Proses vulkanisir ban yang baik, sebenarnya bisa disamakan kualitasnya dengan ban baru. Daya angkut ban vulkanisir tetap sama dengan produk baru, selama proses vulkanisir baik.
Untuk mendapatkan hasil yang baik, adalah cermat dalam pemilihan casing atau bahan ban yang ingin di vulkanisir dengan syarat ketat.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Minus, Ini Daftar Harga BBM Pertamina, Shell dan Total
vulkanisir banEmiel Purwana, Ketua Umum Asosiasi Ban Vulkanisir Indonesia (Abvindo), mengatakan, kondisi casing merupakan factor penting ketika ingin vulkanisir ban.
“Apabila kondisi casingnya sudah fatigue atau tidak memenuhi syarat proses vulkanisir, terutama terkait keselamatan, maka bisa membatalkan prosesnya,” kata Emiel kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2020).
Pemeriksaan casing ban untuk vulkanisir bisa dicek pada empat segmen, yaitu Bead, Sidewall, Crown, dan Interior.
Baca juga: Beredar Olah Digital Toyota Fortuner Facelift, Bersiap Diluncurkan?
Bead adalah bagian ban yang menempel ke bibir pelek. Kemudian, sidewall adalah bagian dinding, crown merupakan tapak, dan interior adalah bagian dalam ban.
“Kondisi dari keempat segmen ban tersebut harus tidak ada kerusakan pada strukturnya atau menunjukkan tanda fatigue,” ucap Emiel.
Emiel menjelaskan, tanda-tanda fatigue terlihat dari perubahan karet seperti retak-retak kecil. Sedangkan perubahan struktur terlihat apabila pada casing ada benjolan.
"Begini" - Google Berita
April 22, 2020 at 12:32PM
https://ift.tt/34WVSaY
Begini Memilih Casing yang Baik untuk ban Vulkanisir - Kompas.com - KOMPAS.com
"Begini" - Google Berita
https://ift.tt/2SRqpmF
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment