Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merosotnya harga minyak dunia hingga di bawah level US$ 1 per barel membuat nilai tukar rupiah cenderung tertekan terhadap dolar AS. Meskipun begitu, prospek rupiah untuk perdagangan besok diyakini bakal menguat, meskipun di tengah kekhawatiran pergolakan kurs.
Mengutip Bloomberg, pada perdagangan Selasa (21/4) rupiah ditutup koreksi 0,36% ke level Rp 15.468 per dolar AS dari penutupan sebelumnya. Sedangkan pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau Jisdor menunjukkan rupiah melemah 0,64% ke level Rp 16.643 per dolar AS.
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan pergerakan mata uang Garuda hari ini Selasa (21/4) cukup dipengaruhi oleh banyak sentimen, mulai dari harga minyak mentah yang anjlok akibat kelebihan pasokan. Pada kondisi tersebut, persebaran virus corona turut ambil andil terhadap anjloknya harga minyak.
Baca Juga: Rupiah spot ditutup melemah 0,36% ke Rp 15.468 per dolar AS pada Selasa (21/4)
"Permintaan (minyak mentah) nyaris nihil karena kebijakan social distancing di beberapa negara," ungkap Ibrahim.
Selain itu, kondisi pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang memburuk, turut menimbulkan spekulasi adanya keretakan lebih dalam pada hubungan Korea Selatan dengan Korea Utara, alhasil pasar kembali bergejolak.
Di sisi lain, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed berencana untuk kembali menggelontorkan paket stimulus sebesar US$ 450 miliar dan diperuntukkan bagi sektor-sektor yang terdampak Covid-19. Sebelumnya The Fed sudah menggelontorkan stimulus sebanyak dua kali masing-masing sebesar US$ 2,2 triliun dan US$ 2,3 triliun.
"Sentimen tersebut (The Fed) diharapkan bakal mendorong rupiah untuk kembali menguat pada perdagangan besok," kata Ibrahim kepada Kontan, Selasa (21/4).
Untuk itu, Ibrahim memperkirakan rupiah bakal bergerak pada rentang Rp 15.320 per dolar AS, hingga Rp 15.570 per dolar AS. Meskipun perdagangan Rabu (22/4) diprediksi masih akan bergejolak, namun ada potensi bergerak menguat di akhir perdagangan besok.
Baca Juga: Rupiah kembali jadi mata uang terlemah di kawasan Asia setelah turun 1% ke Rp 15.583
Optimisme tersebut datang dari sentimen domestik, di mana Bank Indonesia (BI) diyakini masih akan terus melakukan intervensi di pasar keuangan Tanah Air. Ditambah lagi, beberapa stimulus pemerintah untuk sektor kesehatan diharapkan mampu menjadi sinyal positif bagi penguatan rupiah Rabu (22/4).
Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.
"Begini" - Google Berita
April 21, 2020 at 04:24PM
https://ift.tt/2xM9lXb
Ditutup melemah hari ini, begini prediksi rupiah untuk besok - Kontan
"Begini" - Google Berita
https://ift.tt/2SRqpmF
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment